Kesalahan-Kesalahan Besar dalam Menggunakan Kartu Kredit

2016-10-06
Sekarang ini, kita bahkan dimudahkan untuk berutang. Berbagai bank seakan berlomba-lomba menawarkan kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Dengan iming-iming berbagai kemudahan, fasilitas dan hadiah yang tentunya sangat menggoda kita.
 
Kebanyakan dari para pemegangkartu kredit dilndonesia masih belum begitu sadar atau paham mengenai akibat yang ditimbulkan dari pemakaian kartu kredit sehingga mereka tidak kontrol. Pada akhirnya, tagihan menjadi membengkak atau utang yang tak kunjung selesai. Hal ini disebabkan ketidaktahuan mereka tentang bagaimana cara menggunakan kartu kredit yang aman. Dan, tidak menjadikan suatu masalah di kemudian hari.
 
Mungkin sebagian orang menggunakan kartu kredit sebagai sarana antisipasi atau berjaga-jaga kalau sewaktu¬waktu diperlukan. Namun, sebagian orang lagi ada yang terlena dengan fasilitas dan kemudahan-kemudahan yang diberikan. Pada ujung-ujungnya, mereka terbebani dengan utang yang harus dibayar.
 
Bila Anda ingin menggunakan kartu kredit, ada baiknya Anda selalu membayar penuh kartu kredit sebelum tanggal pencetakan tagihan kartu kredit setiap bulan. Dengan Cara ini, berarti Anda termasuk tipe pelanggan yang cerdik. Artinya, Anda hanya menggunakan kartu kredit sebagai cara yang nyaman untuk mengendalikan pengeluaran dan berbelanja tanpa menggunakan uang tunai atau cek.
 
Di sinilah, jeda waktu bebas bunga yang harus Anda manfaatkan, yakni antara tanggal belanja dengan waktu sebelum tagihan kartu kredit dicetak. Karena pada saat jeda waktu tersebut, bunga kartu kredit belum dihitung. Bila Anda membayar lunas sebelum tagihan kartu kredit dicetak maka Anda tidak dikenakan bunga sama sekali.
Dengan bersikap seperti ini, Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat tinggi dari kartu kredit. Selain itu, Anda juga dapat menikmati/discount/hasil dari membelanjakan kartu serta mendapatkan poin untuk kemungkinan mendapat hadiah.
 
Akan tetapi, Anda harus mewaspadai karena saat ini beberapa kartu kredit telah mengenakan bunga sejak tanggal transaksi. Anda harus lebih teliti dan tanyakan kepada customer service kartu kredit tersebut bagaimana mereka mengenakan bunga sebelum Anda mengambilnya. Pilihlah kartu kredit yang mempunyai jeda waktu bebas bunga.
 
Ketika kartu kredit Anda macet, tentunya yang pusing bukan cuma bank. Sebagai contoh, ada seorang teman memiliki masalah dengan kartu kredit hingga gelisah dan stres. Hampir setiap hari dia ditelepon oleh debt collector. Bukan hanya sekadar teguran yang diterimanya, tetapi juga ancaman. Padahal, dia termasuk orang yang cukup berada.
Ada tujuh kesalahan terbesar dalam menggunakan kartu kredit yang perlu Anda perhatikan sehingga tidak terjerat utang. Pertama, tidak melunasi seluruh tagihan kartu kredit.
 
Hal inilah merupakan salah satu penyebab utama mengapa banyak orang yang terjerat dalam utang kartu kredit. Banyak dari pemegang kartu kredit yang hanya membayar sejumlah "pembayaran minimum". Apabila Anda melakukan hal ini, maka saldo utang yang tersisa akan terkena bunga yang sangat tinggi (bisa mencapai 2,9-4% per bulan). Ketika Anda melakukan kesalahan ini, maka Anda sudah mengambil langkah pertama untuk masuk ke dalam jeratan utang kartu kredit. Oleh Karena itu, lunasi seluruh tagihan kartu kredit Anda!
 
Kedua, menganggap kartu kredit sebagai kartu debit(ATM). Apabila Anda menganggap bahwa kartu kredit sama dengan kartu debit, maka Anda sudah melakukan kesalahan yang fatal. Hindari menarik uang tunai dengan menggunakan kartu kredit karena akan dikenakan bunga dan biaya tarik tunai yang sangat tinggi.
 
Ketiga, menggunakan kartu kredit untuk membayar utang. Kartu kredit termasuk ke dalam jenis utang unsecured debt, alias utang tanpa agunan. Utang semacam ini dikenakan bunga yang tinggi, tidak tepat dipakai untuk modal usaha/ bisnis karena akan membebani keuangan usaha/bisnis Anda. Kesalahan lainnya yang tergolong serupa adalah menggunakan kartu kredit untuk menutup ataupun membayar cicilan utang tipe secured debt/utang yang menggunakan jaminan. Utang yang menggunakan jaminan, seperti KPR, KMK, dan sebagainya, bunganya secara umum lebih ringan.
 
Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar utang tipe ini, berarti Anda malah menukar utang yang bunganya lebih ringan dengan utang yang bunganya lebih berat. Salah satu malapetaka terbesar dalam menggunakan kartu kredit terjadi ketika kesalahan kedua dan ketiga digabungkan. Contoh paling umum malapetaka seperti ini adalah ketika pemegang kartu kredit mengambil uang tunai dengan kartu kredit yang satu untuk membayar tagihan kartu kredit yang lain.
 
Keempat, tidak disiplin mengontrol penggunaan kartu kredit dan tagihannya. Tentukan batas maksimumyang boleh Anda gesek setiap bulannya. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit Anda setiap hari. Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang Anda tentukan, segel kartu kredit Anda. Atau, jika perlu tinggalkan kartu kredit di rumah. Pada kesalahan ini, jangan menunggu hingga hari batas terakhir untuk melunasi kartu kredit Anda.
 
Kelima, memiliki kartu kredit lebih dari dua. Beberapa financial planner menyarankan untuk memiliki kartu kredit maksimal tiga. Jika lebih dari itu, mungkin mulai bisa mempertimbangkan untuk menggunting sisanya. Karena, semakin banyak kartu kredit yang Anda miliki, semakin sulit bagi Anda untuk mengontrol pengeluaran masing-masing kartu kredit. Di samping itu, dalam pelunasan kartu kredit pun Anda akan lebih direpotkan Karena perlu mengingat tanggal pelunasan masing-masing kartu.
 
Keenam, menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Walaupun sebenarnya agak sulit dipercaya ketika kedengarannya. Kenyataannya, banyak orang yang menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Dengan adanya kartu kredit, seringmenjadi pemicu seseorang belanja secara konsumtif.
 
Memiliki kartu kredit bukanlah berarti bahwa Anda mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Kartu kredit bukanlah berkah, "rezeki" , ataupun durian runtuh. Jika Anda tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah malapetaka.
 
Ingatlah bahwa kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan. Anda bisa berutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat utang kartu kredit tersebut tentu harus Anda bayar.
 
Ketujuh, menggunakan kartu kredit untuk semua keperluan sehari-hari. Tidak sedikit orang menggunakan kartu kredit untuk semua jenis pembelanjaan. Padahal, untuk beberapa jenis produk, akan lebih balk` jika dibeli dengan menggunakan uang tunai. Ketika Anda berbelanja dengan kartu kredit, pihak penjual barang akan dikenakan biaya sebesar 2,5-3% dari harga transaksi.
 
Untuk beberapa jenis produk, penjual barang tidak bersedia menanggung biaya tersebut sehingga mengoper biaya tersebut kepada Anda. Biasanya dalam kasus seperti ini, penjual akan mengatakan bahwa kalau memakai kartu kredit, kita kenakan biaya, biasanya sebesar 3,5%.
 
Jika Anda tetap membelinya dengan cara seperti ini, Anda telah membayar bunga untuk menunda pembayaran belanja. Padahal uang yang Anda taruh di tabungan mendapatkan bunga yang jauh di bawah itu.
 
Jika Anda tidak melakukan satu kesalahan pun, Anda tidak akan terjebak dalam utang dan pihak bank tidak akan ragu memberikan penawaran lainnya. Pertama, tawaran pinjaman lunak atau loan (bunga 1-2%). Tawaran manis tersebut kadang sangat menggoda Anda pada saat benar-benar membutuhkannya.
 
Kedua, tawaran kartu kredit bank lain yang lebih mudah. Dengan iming-iming tanpa iuran tahunan, tanpa bunga, tanpa proses berbelit, dan tanpa yang lain. Ini juga godaan terberat berikutnya. Tawaran asuransi yang akan mendebit kartu kredit Anda setiap bulan, kalau Anda butuh asuransi boleh saja. Namun kalau, tidak ini juga merupakan pengeluaran langsung.
 
Kartu kredit akan bermasalah apabila pelunasan/pem-bayaran yang telah ditentukan tidak dilaksanakan. Ketika Anda tidak sanggup melaksanakan kewajibannya melunasi/ membayar tagihan kartu kredit, maka pihak bank akan melakukan upaya untuk menagih Anda dengan berbagai macam cara. Misalnya dengan menelepon Anda secara berulang-ulang setiap harinya, baik ke rumah maupun ke kantor.
 
Apabila Anda tetap masih belum juga melunasi dan tagihan kartu kredit Anda tertunggak selama 3-6 bulan, biasanya bank akan menggunakan jasa agen. Jasa agen ini ada yang dilakukan perorangan atau yang dikoordinir melalui suatu badan hukum/usaha. Kebanyakan perusahaan kartu kredit memang memanfaatkan rasa malu yang dimiliki nasabah (Karena punya utang), serta ketidaktahuan nasabah pada hukum untuk berbuat di luar aturan atau melanggar hukum. Misalnya, mengganggu orang-orang di sekitar nasabah seperti keluarga, atau orang-orang di tempat kerja dengan meneror dengan kata-kata kasar dan mengancam, bahkan dengan mendatangi tempat kerja atau kediaman, juga mencegat di tempat-tempat umum.
Bisa saja nasabah terus menghindar dari kejaran debt collector atau memberikan suap, tetapi itu hanya sementara saja karena esensi sesungguhnya tidak terselesaikan. Nasabah tetap tidak bisa tidur nyenyak, waswas, dan selalu ketakutan. sedangkan bunga dari tagihan kartu kredit itu sendiri semakin membengkak.
 
Kartu kredit merupakan alat bayar sah yang diterbitkan oleh bank. Dan, pihak bank sendiri tidak meminta jaminan dari pihak nasabah. Kadang, pihak bank sebagai penerbit kartu kredit kurang teliti dan tidak melakukan penyidikan secara mendetail terhadap data yang diberikan oleh calon nasabah. Contohnya, pihak penerbit kartu kredit tidak mengecek slip gaji, eksistensi perusahaan, serta kemampuan sebenarnya yang dimiliki nasabah.
 
Perlu Anda ingat bahwa beban utang kartu kredit seorang nasabah tidak bisa dilimpahkan atau menjadi tanggungan kepada pihak ketiga atau ahli warisnya. Di samping akan memberikan penawaran fasilitas atau kelebihan-kelebihan yang didapatkan bagi nasabah, pihak bank yang menerbitkan kartu kredit juga disertakan peraturan-peraturan, baik prasyarat bagi Anda untuk mendapatkan kartu tersebut, maupun peraturan bagi Anda pengguna kartu kredit. Sehingga, Anda haruslah memperhatikan peraturan yang dikeluarkan oleh bank tadi.
 
Bagi Anda yang telah telanjur menggunakan kartu kredit dan tidak ingin terjerat utang yang sepertinya tidak selesai-selesai dan masuk dalam pusaran setan (vicious circle), sebaiknya perlu memperhatikan hal-hal berikut. Pertama, manfaatkan program transfer balance berbunga rendah dari beberapa bank penyelenggara kartu kredit.
Saat ini, beberapa bank menawarkan kemudahan pelunasan tagihan kartu kredit dengan cara memindahkan saldo tagihan kartu kredit pada kartu kredit terbitan bank atau lembaga keuangan yang menawarkan fasilitas tersebut. Yang menarik, program transferbalance tersebut menawarkan bunga yang jauh lebih rendah bahkan bebas bunga selama periode tertentu. Program transfer balance banyak ditawarkan dengan jangka waktu tertentu misalkan 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun.
 
Oleh Karena itu, sesuaikan kemampuan keuangan Anda dan pilihlah yang paling cocok dengan jangka waktu tersebut. Apabila ini dilakukan, maka beban keuangan Anda akan menurun, bahkan mungkin Anda dapat memiliki napas lebih banyak untuk segera dapat melunasi seluruh tagihan.
 
Kedua, manfaatkan tawaran pinjaman pribadi tanpa agunan (multiguna) dari beberapa bank. Saat ini, beberapa bank juga menawarkan pinjaman pribadi tanpa agunan dengan cicilan tetap per bulan. Cobalah analisis kemampuan bayar Anda per bulan. Ambillah cicilan per bulan yang dapat ditanggung Anda. Lunasilah seluruh tagihan kartu kredit Anda dengan pinjaman tersebut. Bila ini dilakukan niscaya akan terasa bahwa secara pengeluaran per bulan akan lebih meringankan beban keuangan.
 
Kedua program tersebut dapat menjadi alternatif yang cukup baik untuk menyelesaikan kewajiban melunasi kartu kredit. Namun, biasanya para analis kartu kredit program transfer Balance dan pinjaman tanpa agunan akan melihat track record pembayaran kartu kredit Anda dan pembayaran kredit lainnya di bank lain jika ada. Jika analis tersebut melihat sejarah kartu kredit Anda cukup balk, dalam arti minimal selalu membayar jumlah minimum pembayaran secara tepat waktu maka biasanya mereka akan menyetujui permohonan Anda.
 
Begitu juga dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan pihak bank, Karena terkadang kemudahan dapat mencelakakan. Sebaiknya, sebagai Anda sebagai pemegang kartu kredit harus waspada dan hati-hati. Ketika hari raya besar keagamaan, seperti Lebaran, Natal, atau Tahun Barn, maka hasrat untuk berbelanja keperluan menjadi sangat kuat. Lebih balk, janganlah terjebak menggunakan kartu kredit dengan segala kemudahan untuk memenuhi segala keinginan. Cobalah untuk menyesuaikan dengan anggaran atau kebutuhan. Yang harus selalu diingat adalah kewajiban membayar tagihan bulanan kartu kredit yang bunga per tahun berkisar antara 24-42%, yang kemungkinan dapat merusak tatanan keuangan keluarga.
 
Jadi, bagi Anda yang menggunakan kartu kredit, lebih balk berhati-hatilah dan miliki rasa tanggung jawab terhadap semua keputusan saat menggunakannya. Artinya, dalam penggunaan kartu kredit sebaiknya sebatas sebagai alat pembayaran keperluan sehari-hari atau biaya bulanan yang sudah dianggarkan sehingga apabila tagihan bulanan datang dapat dibayar dengan lunas Karena memang sudah ada pos anggarannya.
 
Penggunaan lain yang juga kami sarankan adalah kartu kredit untukkeperluan darurat. Dengan memiliki kartu kredit Anda memiliki plafon utang yang tersedia langsung untuk kebutuhan darurat. Apabila kita terpaksa menggunakannya maka yang harus selalu diingat adalah kewajiban membayar bunganya saat mencicil setiap bulan.
 
Yang harus pula selalu diingat prinsip utang dengan kartu kredit adalah merupakan utang jangka pendek sehingga pelunasannya sebaiknya diusahakan dapat dilakukan kurang dari 3 bulan (mengingat besarnya bunga yang harus dibayar). Jadi apabila digunakan untuk keadaan darurat maka yang harus diperhitungkan adalah bagaimana pembayaran cicilannya dapat diselesaikan secepatnya.
 
Oleh karenanya, jangan malu untuk hidup apa adanya asalkan kita dapat hidup tenang dan tidak terjerat utang. Seandainya keadaan harus membuat Anda berutang, lebih baik meminjamlah dengan kerabat atau teman-teman dekat yang tentunya Anda barns mengembalikan pinjaman yang diberikan sesuai dengan janji Anda.
 
Barangkali, kita perlu bercermin dengan gaya hidup salah satu tokoh panutan kita, Muhammad Hatta, yang untuk membeli sepasang sepatu pun terpaksa barns menabung terlebih dahulu. Sayang, Tuhan memanggilnya saat sepatu yang diidamkan belum sempat terbeli Karena uang yang ditabung belum cukup. Namun, satu teladan telah beliau ajarkan pada kita yaitu untuk hidup sederhana dan jujur.