Tips Salesman - ''Jual Diri'' Wajib Hukumnya

2017-04-05
Salesman menjual bukan hanya produk tetapi adalah Diri Sendiri yaitu ide-ide dan pelayanan yang tulus.
 
Seorang salesman berpenampilan sangat rapih, bersikap sangat ramah dan di bibirnya tersinggung sebuah senyum, datang kepada seorang pelanggan menyapa dengan akrab dan menjelaskan ide-idenya dengan komunikasi yang jelas, dan apa yang terjadi...? Pelanggan yang sudah bersimpati karena penampilan dan perilaku sang salesman tidak segan menutup deal dengan salesman.
 
Salesman menjual bukan hanya produk tetapi adalah Diri Sendiri. Maksudnya di sini adalah bahwa pelanggan sering kali tertarik bukan karena produk tetapi cara-cara pendekatan yang dibawakan oleh seseorang. Oleh karenanya Anda perlu meningkatkan daya tarik yang Anda miliki.
 
Bagi mereka yang berwajah ganteng, badan atletis, dan memiliki daya tarik alami maka hal-hal tersebut memang dapat membantu. Namun daya tarik yang sesungguhnya dari seorang salesman adalah "Ketulusan Hati". Apa pun yang Anda katakan atau Anda lakukan untuk seorang pelanggan maka katakanlah dan lakukanlah dengan tulus. Oleh karenanya bila Anda secara fisik mungkin biasa-biasa saja Anda bisa menonjolkan kualitas yang lain dalam diri Anda.
 
Di mana letak daya tarik seorang salesman dan bagaimana cara meningkatkannya adalah sebagai berikut:
 
Daya tarik secara fisik, seseorang dengan penampilan yang rapih dan wajah yang cantik atau ganteng sebagaimana dijelaskan di atas memiliki keuntungan secara alamiah. Yang Maha Kuasa biasanya memberikannya dalam satu paket dengan daya tarik alami seperti suara yang relatif merdu, gerak gerik yang enak dipandang dan sebagainya. Daya tarik alamiah ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesan pertama dalam sebuah pertemuan dengan pelanggan.
 
Daya tarik secara kemasan, yaitu bagaimana seseorang berpakaian dengan rapih dan bersih sehingga memberikan kesan kerapihan dan menambah wibawa seseorang. Kerapihan ini membuat orang lain menjadi lebih ‘nyaman' berhubungan dengan kita karena merasa berhadapan dengan orang yang pantas mewakili sebuah perusahaan. Penampilan bukan hanya tentang pakaian tetapi juga hal-hal lain yang terlihat dari tubuh kita. Rambut misalnya, apa kesan Anda saat berhadapan dengan orang yang rambutnya gondrong atau tidak tersisir rapih? Anda mungkin berpikir pribadi orang yang berambut gondrong adalah kasar atau acuh tak acuh bukan? Padahal belum tentu demikian, tetapi inilah yang muncul sebagai kesan pertama yang tidak dapat dihindari. Karenanya bila Anda sebagai ‘Salesman' Anda sebaiknya tidak membiarkan rambut Anda ‘gondrong' . Ini untuk menghindari kesan pertama yang buruk meskipun Anda tidak persis seperti penampilan Anda. Menjaga penampilan menjadi salah satu tugas Anda sebagai ‘Salesman'.
 
Daya tarik Intelektual. Salah satu peran salesman adalah bertindak selaku konsultan bagi sang pelanggan karena salesmanlah orang yang paling tahu tentang produknya sendiri. Sedangkan pelanggan mengelola bermacam-macam barang sehingga cenderung sibuk dan kurang memperhatikan produk-produk tertentu. Pelanggan biasanya menaruh rasa hormat pada salesman yang dengan sopan dapat menyarankan peluang-peluang yang dapat menguntungkan. Ditambah dengan ide-ide lain tentang pengembangan usaha maka pelanggan akan bertambah simpatinya. Sebagai konsultan salesman berusaha memberikan keuntungan kepada pelanggan atau setidaknya menjaga pelanggan agar tidak merugi. Daya tarik intelektual ini sesungguhnya bisa lebih kuat mengikat seorang pelanggan terhadap Salesman Karena pelanggan merasa berterima kasih atas saran-saran yang berguna.
 
Daya tarik Emosional, daya tarik ini terletak pada sikap kita dalam ‘pelayanan yang profesional terhadap pelanggan. Sikap yang melayani akan menambah simpati pelanggan kepada salesman. Setiap kali kunjungan salesman memeriksa stok yang ada pada gudang pelanggan bahkan ikut membantu membantu menyusun barang-barang sehingga tampak rapih dan mudah dihitung. Salesman juga menyarankan berapa banyak stok yang harus ditambah beserta jenisnya dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk pelayanan salesman kepada pelanggan. Suatu saat salesman membutuhkan tambahan volume penjualan Karena dikejar target perusahaan, saatnya pelanggan slap membantu salesman. Inilah yang sering terjadi dalam karier seorang salesman profesional. Daya tarik emosional juga termasuk kemampuan seorang Salesman dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Salesman tidak hanya berkomunikasi tentang pekerjaan tetapi juga tentang hal-hal lain di luar pekerjaan sampai kepada hal-hal yang bersifat pribadi. Pelanggan bisa saja bercerita tentang keluarga, hobi, pendidikan atau pengalaman-pengalaman pribadinya kepada seorang Salesman yang sudah dianggap sebagai ‘teman'. Bila ini terjadi maka berarti antara Salesman dan Pelanggan terjalin iKatan emosional yang cukup kuat.
 
Daya tarik salesman juga bertambah dengan hal-hal yang tampaknya remeh dan kecil. Hal-hal tersebut adalah disiplin waktu dan kerja. Kunjungan yang teratur dari salesman terhadap seorang pelanggan misalnya membuat kepercayaan pelanggan bertambah. Pelanggan yang sibuk tidak perlu mencari-cari nomor telepon untuk menghubungi salesman Karena sudah tahu kapan salesman akan datang. Pelanggan bergantung sepenuhnya pada salesman tentang produk-produk yang diambilnya dari sang salesman.
 
Pelanggan mendapatkan keuntungan yang berKesinambungan dari hubungan tersebut. Pelanggan merasa uang yang ditanamkan pada produk tertentu tidak sia-sia dan semuanya berkat kerja yang profesional dari sang salesman. Inilah sesungguhnya yang akan menjadi daya tarik yang menumbuhkan bukan hanya simpati pelanggan namun juga kepercayaan dan hubungan yang saling menguntungkan. Keuntungan-keuntungan tersebut bukan hanya bersifat materi dan langsung didapatkan dari transaksi namun juga keuntungan lain yang didapatkan secara tidak langsung dari sebuah hubungan. Keuntungan lain ini bahkan kadang-kadang lebih dominan dalam mempererat hubungan Salesman dengan Pelanggan. Sekalipun hubungan bisnis selalu berhubungan dengan uang namun erat atau tidaknya hubungan tidak selalu bisa diukur dari besar kecilnya nilai transaksi. Di sinilah peran hukum ketertarikan seseorang kepada yang lain bermain. Salesman yang cerdik dapat mencari benang merah yang menjadi daya tarik ini dan memanfaatkannya untuk kesuksesan kariernya.