Simulasi KPR & Bunga Kredit Rumah KPR

Kalkulator KPR: Suku bunga KPR tiap bank bisa berbeda dengan cara perhitungan yang berbeda pula. Gunakan kalkulator kpr yang tersedia untuk memperoleh perhitungan estimasi cicilan dan bunga KPR
 

Apa sih KPR?

 
KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah fasilitas pembiayaan yang disediakan perbankan kepada para nasabahnya yang ingin membeli rumah.
 

Mengapa harus KPR?

 
1. Anda tidak perlu memiliki dana tunai untuk membeli rumah. Anda hanya diharuskan menyediakan uang muka yang dibutuhkan.
2. Karena KPR hadir dengan tenor yang panjang, angsuran yang dibayar bisa menjadi ringan.
 

Ada 2 jenis KPR, yakni

 
1. KPR Subsidi - Jenis KPR ini diperuntukan bagi mereka yang memiliki penghasilan menengah ke bawah, dengan cara subsidi meringankan kredit. KPR subsidi ini diatur oleh pemerintah, oleh karenanya tidak semua pemohon KPR bisa mendapatkan fasilitas ini.
 
2. KPR Non-Subsidi - KPR jenis ini diperuntukan bagi semua orang. Persyaratan dan ketentuan ditetapkan oleh pihak bank, sehingga besar bunga dan kredit yang disetujui diberikan atas kebijakan bank yang bersangkutan.
 

Persyaratan KPR

 
Umumnya, bank menetapkan beberapa persyaratan sewaktu nasabah ingin mengajukan KPR. Berikut yang harus dilengkapi oleh pemohon KPR:
 
1. KTP istri dan atau suami (jika sudah menikah)
2. KK atau Kartu Keluarga
3. Slip gaji atau keterangan penghasilan
4. Jika wiraswasta, maka perlu dilampirkan laporan keuangan
5. NPWP pribadi (kredit dengan nominal di atas 100 juta)
6. SPT PPh Pribadi (kredit dengan nominal di atas 50 juta)
7. FC sertifikat induk/pecahan apabila membeli properti dari pengembang
8. FC sertifikat apabila membeli properti dari perorangan
9. FC IMB
 
Selain hal-hal di atas, pemohon juga akan dikenakan biaya-biaya seperti biaya appraisal, notaris, provisi, asuransi kebakaran, dan premi asuransi jiwa selama masa kredit.
 

Mekanisme & prosedur pengajuan KPR

 
Tahap 1 - Meminta informasi pengajuan KPR setelah Anda merasa yakin dengan pilihan rumah dan bank penyedia KPR.
Tahap 2 - Bank akan mengadakan sesi wawancara menyangkut latar belakang pemohon KPR dan juga mengenai kesanggupan membayar tepat waktu.
Tahap 3 - Jika Anda lulus wawancara, langkah berikutnya ialah menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan juga mengurus sertifikat
Tahap 4 - Serah terima kunci sekaligus memberikan sertifikat kepada pihak bank, yang kemudian akan dikembalikan setelah seluruh cicilan Anda lunasi.
 
Dengan begitu banyaknya KPR yang tersedia, mencari kpr sebagai solusi pembiayaan rumah bisa jadi tidak semudah yang dibayangkan. Agar Anda bisa mendapatkan KPR terbaik, kami ingin berbagi tips mengenai hal ini:
 
1. Reputasi dari bank & pengembang - Kita semua tahu bahwa membeli rumah bisa dikatakan sebuah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, kredibilitas dari bank dan pengembang menjadi sangat penting agar nantinya pembeli tidak disulitkan dengan beragam masalah. Carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan untuk menandatangani surat perjanjian.
 
2. Bunga KPR -  Besarnya angsuran tiap bulan pastinya dipengaruhi oleh bunga KPR itu sendiri. Sudah tentu, Anda menginginkan bunga yang serendah-rendahnya. Selain itu, pastikan Anda menghitung jenis bunga yang disediakan, yakni flat atau floating. Biasanya, bank menetapkan bunga fixed rate di tahun-tahun pertama, kemudian menetapkan bunga floating di tahun-tahun berikutnya.
 

Alasan memilih bunga fixed atau float

 
Bagi Anda yang menginginkan ketenangan & kepastian dalam mencicil, pilih bunga fixed karena cicilan yang harus dibayar sama setiap bulannya. Dengan bunga fixed, Anda tidak perlu khawatir cicilan akan membengkak. Kendati demikian, apabila suku bunga turun selama jangka waktu kredit, maka kami sarankan untuk mengambil bunga float.
 
Jika Anda adalah nasabah lama dari bank penyedia KPR, ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan bunga KPR yang lebih rendah dibanding jika Anda adalah nasabah baru. Jangan sungkan untuk bertanya mengenai hal ini kepada bank yang bersangkutan.
 
3. Tenor pinjaman - Pelajari jangka waktu pinjaman KPR yang disediakan bank pemberi KPR. Pasalnya, ada beberapa bank yang mempersingkat tenor pinjaman. Hal ini dikarenakan kekhawatiran pihak bank dalam hal tingkat pengangsuran nasabah.
 
4. Rumah ready stock - Usahakan membeli rumah yang sudah jadi dan bukan yang masih berupa tanah atau gambar. Mengapa demikian? Sewaktu KPR cair, sedangkan rumah masih dalam tahap pembangunan, maka biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi juga akan dibebankan kepada nasabah. Apalagi jika pengembang molor dalam hal penyelesaian rumah, maka bisa dipastikan konsumen akan membayar lebih karena hal tersebut. Oleh karena itu, belilah rumah yang sudah jadi.
 
5. Persyaratan & ketentuan - Pelajari semua persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank pemberi KPR. Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal-hal yang dirasa masih kurang jelas. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. Setelah memahami persyaratan dan ketentuannya, pastikan untuk melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan. Dengan demikian, pengajuan KPR Anda bisa lebih cepat diproses.
 

Membeli Rumah tanpa DP

 
Jika Anda beruntung, Anda tidak perlu menyediakan DP sewaktu ingin membeli rumah. Simak tipsnya berikut ini.
 
Pilih pengembang yang sedang promo - Biasanya promo yang diberikan oleh pengembang adalah angsuran tanpa DP. Biasanya promo seperti ini sering disediakan pengembang yang baru hendak membangun rumah. Artinya, rumah yang ingin Anda beli belum menjadi rumah alias masih rata dengan tanah.
 
Membuat perjanjian cicil rumah di notaris - Jika memungkinkan, Anda bisa nego dengan pihak pengembang atau penjual rumah dalam hal mencicil tanpa DP (artinya Anda hanya membayarkan cicilan pertama saja) di hadapan notaris. Namun, Anda perlu meyakinkan pihak penjual bahwa Anda bisa mencicil tapi dengan waktu yang tidak sedikit. Selama masih dalam tahap mencicil, sertifikat rumah masih menggunakan nama penjual, tapi disimpan di notaris.