Simulasi Cicilan Kredit Tanpa Agunan

Strategi Mengangsur

Katakanlah ada sebuah Bank/lembaga keuangan atau mungkin teman sendiri yang menawarkan pinjaman uang kepada Anda, lalu apa saja yang harus Anda cermati dalam mengambil keputusan soal tawaran tersebut? Biasanya, peminjam akan melihat besar bunga dan tenor pembayaran. Artinya, jika bunganya rendah dengan jangka waktu pelunasan yang panjang, maka suatu pinjaman bisa menjadi sangat menarik untuk dipertimbangkan.

Tentunya, tidak ada yang salah dengan pendapat tadi. Namum akan lebih bijaksana jika Anda tidak hanya mengandalkan 2 faktor tersebut. Sebenarnya, faktor utama yang harus dipelajari ialah bagaimana cara Anda mengangsur. Hal tersebut menjadi sangat penting karena akan berpengaruh langsung terhadap kondisi kocek Anda.

a. Mengangsur Konvensional

Angsuran ini terdiri dari 2 pos, yaitu bunga dan cicilan pokok utang. Biasanya, pinjaman ini diberikan bank untuk pinjaman konsumtif atau keperluan modal kerja. Selanjutnya, mari kita pelajari efek dari angsuran konvensional ini terhadap cashflow dan laba-rugi.

Contoh:

Sisca diberikan pinjaman oleh Bank dengan bunga 12% per tahun, dengan perhitungan suku bunga tetap/flat. Setiap bulannya, Sisca diharuskan mengangsur sebesar Rp 2.000.000 (cicilan pokok) plus bunga sebesar 500.000. Itu artinya, dalam satu bulan Sisca harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 2.500.000 rupiah supaya tidak dikunjungi debt collector.

Dari contoh kasus di atas, bagimana efeknya terhadap laba-rugi ? Efeknya bila hanya memperhitungkan biaya bunga.

Misal dalam satu bulan, bisnis Sisca memperoleh pendapatan dari penjualan sebesar Rp 30.000.000

Jumlah uang yang dikeluarkan untuk produksi sebesar Rp 25.000.000

Maka, laba kotor adalah Rp 5.000.000

Dalam satu bulan, selain biaya produksi, tentunya ada biaya variabel dan tetap.

 

Katakanlah, biaya tetap sebesar Rp 2.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp 1.000.000

Karena kali ini kita hanya memperhitungkan biaya bunganya saja dan tanpa pokok, maka dalam hal ini biaya bunga sebesar Rp 500.000

Hasilnya, laba bersih yang dimiliki Sisca hanya sebesar Rp 1.500.000

Kemudian, bagaimana efeknya terhadap cashflow operasional dari bisnis Sisca jika memperhitungkan biaya bunga plus pokok utang?

Masih dengan kasus serupa:

Pendapatan bisnis Sisca: Rp 30.000.000

Kas Keluar

Beli material untuk produksi: Rp 25.000.000

Karena kali ini pokok utang masuk dalam perhitungan, maka pokok utang yang harus dibayar sebesar Rp 2.000.000

Biaya tetap: Rp 2.000.000

Biaya variabel: Rp 1.000.000

Biaya bunga: Rp 500.000

Dari perhitungan di atas, maka sisa cashflow menjadi: - Rp 500.000

Simulasi tadi menunjukan bahwa cashflow pada bisnis Sisca mengalami defisit sebesar Rp 500.000 dalam bulan itu.

b. Mengangsur dengan cara Rekening Koran ( R/K )

Rekening koran (R/K) merupakan fasilitas pinjaman yang disediakan Bank untuk para debiturnya. Fasilitas pinjaman ini memiliki kelebihan, yakni biaya bunga yang dikenakan tergantung dari besar pinjaman yang digunakan dari keseluruhan plafond kredit yang disetujui.

Bank memberikan pinjaman kepada Anda dengan plafond sebesar Rp 100 juta. Dari jumlah tersebut, Anda hanya menggunakan sebesar Rp 50 juta. Maka, bunga yang dikenakan hanya pada pinjaman yang digunakan, yakni Rp 50 juta, dan bukan Rp 100 juta. Umumnya, Anda diwajibkan membayar bunga beserta cicilan pokok sewaktu membayar angsuran. Akan tetapi, sewaktu kondisi keuangan sedang paceklik, Anda diperkenankan membayar hanya bunganya saja.

 
 

Masih dengan kasus Sisca, bagaimana efeknya terhadap laba-rugi? Efeknya sama seperti cara angsur konvensional, tidak ada yang berbeda. Namun, Bagaimana efeknya terhadap cashflow? Di sini letak perbedaannya. Jika sebelumnya Sisca mengalami defisit sebesar Rp 500.000 karena diharuskan membayar bunga + pokok utang, maka dengan rekening koran hal ini bisa dihindari. Karena Anda tidak diwajibkan membayar pokok utang, maka Anda bisa membayar bunganya saja sewaktu kondisi keuangan sedang sekarat. Oleh karena itu, cashflow Sisca yang tadinya minus Rp 500.000 (angsur konvensional), menjadi Rp 1.500.000 dengan cara angsur rekening koran.